Selamat Datang

Selamat datang di website Program Beasiswa Pelangi. Program ini lahir untuk memberikan kesempatan bagi generasi muda Indonesia mempersiapkan diri dengan lebih baik bagi pembangunan bangsa.

ANAK-ANAK PELANGI

Maja Wiro Sitohang "Ingin Menjadi TNI"

Maja Wiro Sitohang, sesuai namanya aku berasal dari Medan. Wah, aku orang Batak asli nih. Dulu aku tinggal di Medan dari kecil, sampai kelas 6 SD aku baru pindah ke Bogor, dan sampai saat ini aku bersekolah di SMA Yadika 7 Bogor.

Waktu di Medan aku tinggal di dekat danau Toba, sangat dekat sampai-sampai jika ingin ke sana hanya membutuhkan waktu sekitar beberapa menit, dan hampir setiap hari juga aku ke danau Toba untuk bermain bersama teman-teman.

Oh iya, aku lahir tanggal 10 Februari 1999. Hobiku adalah main basket, futsal, dan yang tidak begitu sering namun aku sangat senang menjalaninya adalah memancing. Aku memancing paling tidak 3 minggu sekali, entah bersama saudaraku ataupun hanya sendiri.

Cita-citaku menjadi seorang abdi negara yaitu Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Entah mengapa, tapi yang pasti aku sangat optimis, selepas lulus SMA ini aku akan langsung mendaftarkan diriku menjadi seorang TNI. (Fira Pangestu)

Christella Gunadi "Hobiku Mencuci Baju"

Perkenalkan nama aku, Christella Gunadi. Lebih suka di panggil Tella ketimbang Stella, walaupun ada salah satu temen aku yang maksa banget ganti nama aku jadi Stella. Aku salah satu dari sekian ratus siswa/siswi penerima Beasiswa Pelangi INTI. Aku menjadi penerima Beasiswa Pelangi INTI di mulai saat aku masih duduk di kelas 10 dan kini aku sudah berada di kelas 12 jurusan Akuntansi di SMK Taruna Andigha Bogor. 

Awalnya aku kira akan sangat sulit buat aku untuk menerima beasiswa ini karna proses seleksi yang lumayan bertahap atau bisa di bilang sangat ketat. Namun ketika aku melewati semua itu dengan yakin, Puji Tuhan akhirnya aku di terima dan sangat terbantu dengan Beasiswa Ini. 

Oiya, kini aku sedikit lagi berusia 17 tahun! Hobi aku adalah hobi yang tidak mainstream karna hobi-ku adalah mencuci baju. Kalau ditanya kenapa hobinya kayak gitu, karena hampir setiap hari atau dua hari sekali aku selalu membantu Ibu aku untuk mencuci baju.

Jadi, jika tidak mencuci baju aku merasa di rumah ada sesuatu yang kurang. Meskin hobi aku tergolong bukan hobi yang mainstream, tapi cita-cita ku masih tergolong mainstream karna cita-cita ku ingin menjadi orang sukses tanpa memiliki spesifikasi yang jelas, karna aku masih belum bisa menemukan dan menentukan apa yang sebenarnya ingin aku capai.

Meski begitu aku merasa bangun pagi untuk sekolah masih menjadi hal yang agak menyulitkan untuk-ku di tambah jalanan yang setiap pagi selalu macet. Tapi, hal itu aku anggap suatu rintangan karna ketika umur-ku nanti bertambah, di depan sana pasti akan ada rintangan yang lebih berat lagi!

Ditulis oleh Fira Pangestu

Liliek Purwanti "Belajar Terus Pantang Mundur !"

Bagi para siswa dan siswi dari keluarga tak berpunya beasiswa Pelangi meringankan beban ekonomi orang tua mereka. Testimoni itu menegaskan betapa bantuan para donatur bermanfaat mencegah anak putus sekolah.

Salah satu testimoni itu diberikan oleh Lilie Purwanti. Tentang manfaat program Beasiswa Pelangi siswi kelahiran Bogor, 10 Mei 1996 ini, menjawab tegas-tegas: “Besar sekali manfaatnya,”.  Di balik jawaban itu, ada cerita sedih yang sulit dilupakannya.  Saat duduk di bangku kelas 3  SMP, Ayahnya, Tjia Asen, 61 tahun, berpulang untuk selama-lamanya.

Kontan sejak ‘kepergian’ ayah tercinta, Liliek sempat kehilangan fokus dalam belajar. Pasalnya, duka itu datang menjelang ujian nasional (UN). Sebelum meninggal, Ayahnya yang bekerja sebagai security alias satpam merupakan ‘tulang punggung’ keluarga. Praktis kepergian Tjia Sen membuat beban ekonomi keluarga kian berat. Penghasilan dari Ong Hin Nio, 51 tahun, Sang Bunda yang  bekerja  di usaha   catering tidak mencukupi. Akibatnya pembayaran SPP sering telat. “Kadang nunggak 2 bulan,” ungkap Liliek.

Tak berapa lama usai bersekolah di SMK Ekawijaya Cibinong, Bogor siswa kelas X jurusan pemasaran ini berhasil mendapatkan beasiswa dari Pelangi. “Sejak menerima beasiswa Pelangi, rasanya seneng banget karena bisa meringankan beban orangtua.

Ia sengaja memilih jurusan marketing karena memiliki kesempatan luas untuk bersosialisasi. Sebagai ungkapan rasa syukurnya itu, Liliek Purwanti bertekad terus meningkatkan prestasi. Ia pun bersemboyan: Belajar Terus Pantang Mundur.

Siswi Kelas X ini sengaja memilih jurusan pemasarn karena ingin menjadi ahli di bidang ekonomi perdagangan. “Marketing itu berkesempatan luas untuk bisa bersosialisasi,” kata Liliek Purwanti menjelaskan keinginannya untuk menjadi marketing handal. Semoga berhasil. (Abdullah Taruna)

© 2009 - Program Beasiswa Pelangi.